Jumat, 20 November 2015

Metode Analisis Wacana (discourse analysis) Van Djik

Metode analisis wacana (discourse analysis) Van Djik. Analisis wacana lebih melihat pada “bagaimana” (how) dari pesan atau teks. Lewat analisis wacana kita bukan hanya mengetahui bagaimana isi teks, tetapi bagaimana pesan itu disampaikan. Lewat kata, frase, kalimat, metafora macam apa suatu berita disampaikan. Dengan melihat bagaimana bangunan struktur kebahasaan tersebut, analisis wacana lebih bisa melihat atau membedah makna yang tersembunyi (latent) dari suatu teks.
Melalui berbagai karyanya, menurut Eriyanto (dalam Sobur:2001:73-74) Van Dijk membuat kerangka analisis wacana yang dapat didayagunakan. Ia melihat suatu wacana terdiri atas berbagai struktur/tingkatan yang masing-masing bagian saling mendukung. Van Dijk membaginya ke dalam tiga tingkatan:
1.               Struktur Makro. Ini merupakan makna global/umum dari suatu teks yang dapat dipahami dengan melihat topik dari suatu teks. Tema wacana ini bukan hanya isi, tetapi juga sisi tertentu dari suatu peristiwa.
2.               Superstruktur adalah kerangka suatu teks: bagaimana struktur dan elemen wacana itu disusun dalam teks secara utuh.
3.             Struktur mikro adalah makna wacana yang dapat diamati dengan manganalisis kata, kalimat, proposisi, anak kalimat, parafrase yang dapat dipakai dan lain sebagainya. Struktur/elemen wacana yang dikemukakan Van Dijk ini dapat digambarkan.

Tabel 1
Gambaran Struktur Teks Menurut van Dijk

Struktur Makro

Makna global dari suatu teks yang dapat diamati dari topik/tema yang diangkat oleh suatu teks

Super Struktur

Kerangka suatu teks, seperti bagian pendahuluan, isi, penutup dan kesimpulan

Struktur Mikro

Makna lokal yang dapat diamati dari pilihan kata, kalimat dan gaya yang dipakai oleh suatu teks


Tabel 2
Struktur/elemen Wacana van Dijk
Struktur Wacana
Hal yang diamati
Elemen
Struktur Makro

Tematik

Tema/topik yang di kedepankan dalam suatu berita (Apa yang dikatakan)
Topik
Superstruktur

Skematik

Bagaimana bagian dan urutan berita diskemakan dalam teks berita utuh. (Bagaimana pendapat disusun dan dirangkai?)  
Skema
Struktur Mikro

Semantik

Makna yang ingin ditekankan dalam teks berita. Misal pada satu sisi atau membuat eksplisit satu sisi dan mengurangi detil sisi yang lain
Latar, detil, maksud, pra-anggapan, nominalisasi
Struktur Mikro

Sintaksis

Bagaimana kalimat (bentuk, susunan) yang dipilih. (Bagaimana pendapat disampaikan?)
Bentuk kalimat, koherensi, kata ganti
Struktur Mikro

Stilistik

Bagaimana pilihan kata yang dipakai dalam teks
Leksikon
Struktur Mikro

Retoris

Bagaimana dan dengan cara penekanan dilakukan?
Grafis, metafora, ekspresi
Sumber: Diadopsi dari Eriyanto (200a:7-8) dan Eriyanto (2001:228-229)
Berdasarkan teori Van Dijk skema pesan adalah bagaimana bagian dan urutan berita diskemakan dalam teks berita utuh. (Bagaimana pendapat disusun dan dirangkai) dan makna pesan dapat dilihat dari segi sintaksis, semantik, stilistik dan retoris. 
Dasar analisis wacana adalah interpretasi, karena analisis wacana bagian dari metode interpretatif yang mengandalkan interpretasi dan penafsiran peneliti. Pada penelitian ini analisis wacana digunakan untuk meneliti data teks.

Senin, 01 Oktober 2012

Strategi Mendongkrak Stagnasi Keterwakilan Muslimah di Ruang Publik

Mencoba memaparkan rangkuman yang disampaikan sahabatku setiani hafsah dalam kajian akhwat KAMDA Bandung :

Strategi Mendongkrak Stagnasi Keterwakilan Muslimah di Ruang Publik

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. Al-Ahzab : 35)

Ayat di atas bukan hanya ditujukan untuk kaum pria tapi juga untuk perempuan, itu berarti perempuan mempunyai kesempatan yang sama dalam mendapatkan pahala disisi Allah, berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat pun dalam hal lainnya.

Sebelum kita membahas bagaimana cara untuk mendongkrak stagnasi muslimah dalam ruang public, ada baiknya kita memahami bagaimana tentang kepribadian muslimah.

Kepribadian Muslimah menurut Abdul Halim Abu Syuqqah dalam buku Kebebasan Wanita :
  • Wanita adalah manusia yang dilengkapi dengan kemuliaan (Q.S Al isra 70)
  • Wanita adalah manusia yang mempunyai tanggung jawab hampir sama dengan laki-laki dalam perbuatan dan perkataan (Q.S An-Nahl)
  • Wanita adalah manusia yang mempunyai kepribadian tersendiri, bebas memilih, termasuk  memilih pasangan hidupnya
  • Wanita adalah seorang manusia sempurna, pendamping laki-laki dalam kehidupan (QS Al-Baqarah : 187) yang artinya wanita adalah rekan
  • Wanita adalah manusia cerdas, ia mempunyai kegiatan-kegiatan sosial dan politik yang baik dan bermanfaat
  • Wanita adalah pribadi yang normal. Memiliki kelemahan dan kelebihan misalnya dalam hal emosi , lebih teliti, dll

Lalu mengapa wanita  masih banyak yang belum bisa untuk muncul diranah publik, berikut Faktor-faktor yang menghambat keterwakilan perempuan (alasan stagnan) :

  • Sisi internal (tradisi keilmuan dan keterampilan yang masih kurang, rasa malu yang bukan pada tempatnya, malu bicara dan memberi gagasan)
  • Sisi eksternal (ruang-ruang public yang masih terbatas dan sulit akses, seperti kuota 30% di parlemen, dll)
Ada banyak ruang-ruang publik yang bisa di akses muslimah  mulai dari kelas, kampus, organisasi, dimasyarakat  hingga menjadi angota legislatif. Tapi dengan catatan disesuaikan dengan keilmuan masing2

Lantas bagaimana Strategi mendobrak stagnasi keterwakilan perempuan ? 

  •  Optimalkan potensi yang dimiliki berdasarkan karkater tadi (munculkan ide-ide segar)
  •  Melaksanakan kewajiban-kewajiban agama (akal, ruh, jasad, dll)
  •  Isi ruang-ruang publkik yang bisa di akses (peran di masyarakat , kampus, sosial, dll)
To be continue……..

Senin, 18 April 2011

Listen Asma ul husna

Listen Asma ul husna

Asma'ul Husna

·  1.Allah (الله )[]
·  2.Ar Rahman (الرحمن )[] Memiliki Mutlak sifat Pemurah
·  3.Ar Rahiim (الرحيم )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Penyayang
·  4.Al Malik (الملك )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Merajai/Memerintah
·  5.Al Quddus (القدوس )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Suci
·  6.As Salaam (السلام )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Memberi Kesejahteraan
·  7.Al Mu`min (المؤمن )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Memberi Keamanan
·  8.Al Muhaimin (المهيمن )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Pemelihara
·  9.Al `Aziiz (العزيز )[] Yang Memiliki Mutlak Kegagahan
·  10.Al Jabbar (الجبار )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Perkasa
·  11.Al Mutakabbir (المتكبر)[] Yang Memiliki Mutlak sifat Megah, Yang Memiliki Kebesaran
·  12.Al Khaliq (الخالق)[] Yang Memiliki Mutlak sifat Pencipta
·  13.Al Baari` (البارئ )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan)
·  14.Al Mushawwir (المصور)[] Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Membentuk Rupa (makhluknya)
·  15.Al Ghaffaar (الغفار )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Pengampun
·  16.Al Qahhaar (القهار )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Memaksa
·  17.Al Wahhaab (الوهاب)[] Yang Memiliki Mutlak sifat Pemberi Karunia
·  18.Ar Razzaaq (الرزاق )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Pemberi Rejeki
·  19.Al Fattaah (الفتاح )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Pembuka Rahmat
·  20.Al `Aliim (العليم )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Mengetahui
·  21.Al Qaabidh (القابض )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Menyempitkan (makhluknya)
·  22.Al Baasith (الباسط )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Melapangkan (makhluknya)
·  23.Al Khaafidh (الخافض )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Merendahkan (makhluknya)
·  24.Ar Raafi` (الرافع )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Meninggikan (makhluknya)
·  25.Al Mu`izz (المعز )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Memuliakan (makhluknya)
·  26 .Al Mudzil (المذل )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Menghinakan (makhluknya)
·  27 .Al Samii` (السميع )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mendengar
·  28 .Al Bashiir (البصير )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Melihat
·  29 .Al Hakam (الحكم )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menetapkan
·  30.Al-Adl (العدل )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Adil
·  31 .Al Lathiif (اللطيف )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Lembut
·  32 .Al Khabiir (الخبير )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengetahui Rahasia
·  33 .Al Haliim (الحليم )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penyantun
·  34 .Al `Azhiim (العظيم )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Agung
·  35 .Al Ghafuur (الغفور )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pengampun
·  36.As Syakuur (الشكور )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pembalas Budi (Menghargai)
·  37.Al `Aliy (العلى )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Tinggi
·  38.Al Kabiir (الكبير )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Besar
·  39.Al Hafizh (الحفيظ )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menjaga
·  40.Al Muqiit (المقيت )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pemberi Kecukupan
·  41.Al Hasiib (الحسيب )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Membuat Perhitungan
·  42.Al Jaliil (الجليل )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mulia
·  43.Al Kariim (الكريم )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pemurah
·  44.Ar Raqiib (الرقيب )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengawasi
·  45.Al Mujiib (المجيب )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengabulkan
·  46.Al Waasi` (الواسع )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Luas
·  47.Al Hakiim (الحكيم )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Bijaksana
·  48.Al Waduud (الودود )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pencinta
·  49.Al Majiid (المجيد )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mulia
·  50.Al Baa`its (الباعث )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Membangkitkan
·  51 .As Syahiid (الشهيد )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menyaksikan
·  52 .Al Haqq (الحق )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Benar
·  53 .Al Wakiil (الوكيل )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memelihara
·  54 .Al Qawiyyu (القوى )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Kuat
·  55 .Al Matiin (المتين )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Kokoh
·  56 .Al Waliyy (الولى )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Melindungi
·  57 .Al Hamiid (الحميد )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Terpuji
·  58 .Al Mushii (المحصى )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memperhitungkan
·  59 .Al Mubdi` (المبدئ )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memulai
·  60 .Al Mu`iid (المعيد )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengembalikan Kehidupan
·  61.Al Muhyii (المحيى )[] Yang Memiliki Mutlak s ifat Maha Menghidupkan
·  62.Al Mumiitu (المميت )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mematikan
·  63.Al Hayyu (الحي )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Hidup
·  64.Al Qayyuum (القيوم )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha mandiri
·  65.Al Waajid (الواجد )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penemu
·  66.Al Maajid (الماجد )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mulia
·  67.Al Wahiid (الواحد )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Esa
·  68.As Shamad (الصمد )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
·  69.Al Qaadir (القادر )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
·  70.Al Muqtadir (المقتدر )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Berkuasa
·  71..Al Muqaddim (المقدم )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mendahulukan
·  72.Al Mu`akkhir (المؤخر )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengakhirkan
·  73.Al Awwal (الأول )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Awal
·  74.Al Aakhir (الأخر )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Akhir
·  75.Az Zhaahir (الظاهر )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Nyata
·  76.Al Baathin (الباطن )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Ghaib
·  77.Al Waali (الوالي )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memerintah
·  78.Al Muta`aalii (المتعالي )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Tinggi
·  79.Al Barri (البر )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penderma
·  80.At Tawwaab (التواب )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penerima Tobat
·  81.Al Muntaqim (المنتقم )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pen yiksa.
·  82.Al Afuww (العفو )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pemaaf
·  83.Ar Ra`uuf (الرؤوف )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pengasih
·  84.Malikul Mulk (مالك الملك )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Penguasa Kerajaan (Semesta)
·  85.Dzul Jalaali Wal Ikraam (ذو الجلال و الإكرام )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
·  86.Al Muqsith (المقسط )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Adil
·  87.Al Jamii` (الجامع )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengumpulkan
·  88.Al Ghaniyy (الغنى )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Berkecukupan
·  89.Al Mughnii (المغنى )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memberi Kekayaan.
·  90.Al Maani (المانع )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mencegah
·  91.Ad Dhaar (الضار )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memberi Derita
·  92.An Nafii` (النافع )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memberi Manfaat
·  93 An Nuur (النور )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)
·  94.Al Haadii (الهادئ )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pemberi Petunjuk
·  95 Al Baadii (البديع )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pencipta.
·  96.Al Baaqii (الباقي )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Kekal
·  97.Al Waarits (الوارث )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pewaris.
·  98.Ar Rasyiid (الرشيد )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pandai.
·  99.As Shabuur (الصبور )[] Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Sabar