Sabtu, 16 Oktober 2010

4 x 24 Jam

Menulis atau mati….salah satu isi pesan di akun fb saya….yah karna menulis kita mewariskan ide besar untuk peradaban manusia.
Jika bingung mau mulai dari mana, maka mulailah dari kebingungan itu.
12 oktober 2010 di Pondok Madani, lembang-Kabupaten Bandung Barat. Lihatlah nama tempat dimana kami berkumpul dan mengagagas ide-ide besar untuk bangsa Ini. Panitia menjadikan tempat ini sebagai tempat acara DM III KAMMI Wilayah Jawa Barat mungkin ada do’a dibenak mereka, saya rasa mereka ingin kami yang datang kesini dari berbagai daerah, berbekal harapan-harapan besar dari daerahnya masing-masing untuk perbaikan daerahnya dan bangsa dapat menghasilkan ide-ide yang berguna demi terciptanya masyarakat madani (ada baiknya kita amini ini bersama)
12 sampai 17 oktober 2010 kami berada disini, jika dihitung total 6 hari. Tapi saya menghitung 4 hari waktu efektif kami berada disini yang berarti 4 x 24 jam, itu hitungan-hitungan hasil pembultan jika ditambah dengan 2 materi stadium general sampai ketika tulisan ini dikumpulkan. 4 x 24 jam kami mengagas ide-ide besar untuk Indonesia. Tulisan ini bukan rangkuman dari materi yang didapat selama saya berada disini.ini hanya beberapa hal yang mau saya ungkapkan dari apa yang saya tangkap di acara ini, tapi silahkan jika ini mau disebut rangkuman.
Ada banyak hal yang kami diskusikan disini, mimpi besar ditidur kami saat materi, di jiwa-jiwa kami yang mengelora dengan hasrat idealisme mengejar satu kata “Muslim Negarawan" yang entah selogan ini sudah ada apa belum pada diri-diri kami para peserta. Tapi setidaknya ditengah dinginnya udara lembang, terbatasnya air minum yang kami dapatkan dan ditengah manjanya kami dengan fasilitas hotspot gratis (red facebook), selengutan kepala kami yang terkantuk-kantuk (halah manja) kami akan berusaha untuk bisa menjadi sosok-sosok Muslim Negarawan, buktinya ketika evaluasi semalam saya membaca tak satupun dari peserta rela jika harus pulang karna persyaratan yang belum lengkap, dari usaha-usaha membeladiri saat panitia menyebutkan kesalahan-kesalahan kami.
Sudahlah kita selesaikan saja kelebayan ini, kini saatnya aku menceritakan betapa aku bangga bisa mengikuti agenda ini, bukan karna akan mendapat status AB3 tapi lebih karna konten acara ini yang beberapa peserta masih ada saja yang mengkritiknya, padahal menurutku dengan konten-konten yang diberi panitia saja kita kebingungan disetiap FGD untuk memikirkan solusi ditengah kecarut marutan Indonesia. Tuhkan lebay lagi, baiklah pada alinea berikutnya aku akan serius.
Inilah kami yang panitia bilang orang-orang besar setidaknya pembesar di daerahnya masing-masing yang ku harapkan kami memang akan menjadi orang besar untuk terbentuknya Indonesia mandiri, berkarakter dan yang dinegri ini peradaban islaam akan berjaya.
Nilah gagasan-gagasan kami disetiap FGD FGD kami yang selalu dilengkapi dengan berbagai literatur dari ustad-ustad google...yah biarlah setidaknya dalam tulisan ini aku mengungkapkan tentang apa yang kutangkap. Okey kita mulai saja :
• Indonesia untuk Islam (yang kujadikan tema besar kumpulan tulisan kelompok 5)
Jika mengingak kembali pelajaran sejarah saat SMP dulu Islam masuk ke Indonesia ditengah jayanya agama Hindu di Indonesia sekitar abad ke 7 dengan berdatangannya para pedagang dari gujarat dan persia. Lalu kita lihat 5 abad berikutnya, mulai terbentuknya kerajaan Islam samudra pasai di aceh. Ini membuktikan betapa islam diterima dengan hangat di indonesia terlepas dari masih maraknya praktek TBC (takhayul, bid’ah dan churofat) karna proses pengenalan islam yang belum syumul. Lalu lihat sekarang Indonesia menjadi satu-satunya negara yang penduduk muslimnya terbesar didunia, ini kabar baik pertama kenapa kami memimpikan peradaban itu akan bermula.
Dan ini kabar kedua yang membuat kami optimis. Kita lihat suber daya alam Indonesia, tanahnya yang kata orang akan tumbuh jika ditanam apapun, lalu sumber daya manusia yang menurutku sangat besar, mengingat katanya otak orang Indonesia paling seger karna jarang dipakai, lalu iklim politik Indonesia yaang sedang sejuk sejuknya bagi perkembangan gerakan Dakwah. Hal-hal tersebut membuat bangsa-bangsa di dunia bersahabat dengan Indonesia.
Dari kedua kabar baik diatas bukanlah hal yang tidak mungkin jika Peradaban Islam akan bermula di Indonesia jika kita mampu memanange semua peluang diatas dan ini akan sangat bergantung pada kemampuan kita mengciptakan sosok kepemimpinan yang berkarakter dalam kerangka keimanan.
• Penerapan syariat Islam dalam system ketatanegaraan Indonesia
Nyambung dari FGD pertama dengan segal kelebihan Indonesia bukanlah hal yang takmungkin jika Syari’at Islam dapat ditegakan di Indonesia. Dengan perbaikan disegala sektor tentunya dengan kerangka-kerangka norma agama
• Implementasi ekonomi syariah dalam pembangunan indonesia mandiri
Diskusi ini yang paling menarik bagiku. Ekonomi syari’ah, ekonomi berdasarkan syari’at Islam yang berlandaskan pada qur’an, sunnah, ijma dan qiyas. Disini saya tidak bisa menjelaskan secara spesifik tentang ekonomi syari’at karna jujur saya tidak terlalu memahaminya. Gejala-gejala tegaknya ekonomi syari’at di Indonesia sudahlaah sangat banyak, terbukti dengan bemunculannnya bank bank syari’at, BMT BMT dan KUD KUD syari’ah betapa embel-embel syari’ah setelah kata ekonomi sudah sangat familiar di telinga masyarakat Indonesia, bahkan ekonomi syari’ahpun kini jadi trend di seluruh dunia.
Ekonomi syaria’at untuk Indonesia yang mandiri, mimpi yang sembentar lagi akan menjadi kenyataan, hal ini bisa kita bangun dengan menyentuh dua ranah yaitu ranah struktural dan kultural.
Ranah struktural tentunya bisa dilakukan dengan mengubah kebijakan ekonomi Indonesia dari Kapitalis menjadi sistem ekonomi islam yang berpihak pada rakyat, contoh dengan melakukan nasionalisasi aset bangsa dan lagi-lagi aku tak begitu paham ini.
Ranah kultural kita bisa melakukannya dengan menyentuh sektor rill yang seperti pertanian, pertambangan, industri, perdagangan dan jasa. Karna sektor ini yang sangat berkembang ditengah masyarakat Indonesia terutama pertanian dan peternakan. Kita bisa optimalkan dengan memperbanyak BMT BMT dan KUD KUD syari’ah dengan metode jemput bola.
Jika kemandirian masyarakat sudah terbangun maka Kemandirian Indonesiapun adalah keniscayaan.
• Pendidikan indonesia yang paripurna
Bebicaraa soal pendidikan lagi-lagi saya taktau banyak, yang saya tau sebagai penonton hanyalah dua hal. Kecarut marutan sistem pendidikan Indonesia salah satunya adalah sudah terjadi tujuh kali pergantian kurikulum dari tahun 1947 sampai 2010, belum lagi sistem pendidikan kita yang berbau sekural sehingga menimbulkan paradigma pendidikan yang salah sebagai contoh sisstem sekolah berbasis nternasional, lalu infrastruktur dan pelayanan yang buruk sehingga mempengaruhi sistem pendiddikan kita. Untuk penyelesaian permasalahan pendidikan ini diperlukan sistem pendidikan yang berkarakter dan beradab.

Uraian diatas masihlah sangatlah dangkal namun saya akan mencoba memetakan bentuk solusi dari semua permasalahan diatas. Saya akan mencoba dengan kita melakukan pembenahaan dari beberapa segi berdasarkankapasitas kita sebagai organisasi gerakan, diantaranya :
1. Strategi kultural KAMMI
Ini yang melulu hadir dalam setiap diskusi-diskusi kita, namun jika kita mau melakukan sebuah perbaikan kita memang harus memulai pembenahan dari basis kulturar dahulu, yang dimaksud kultural disini sangat bergantung pada pola interaksi kader kami dengan masyarakat secara luar, merasionalisasikan ide-ide besarnya pada masyarakat secar luar, dalam hal ini komisariat melakukan strategi kultural berbasis kampus dengan menyeimbangkan departemeen-departemen yang ada seperti pengmas (pengembangan masyarakat) dengan sosialisai ke mmasyarakat dan kebijakan publik dengan melakukan pewacanaan-pewacanaan baik itu melaui media-media kampus dan aksi-aksi, di tingkat KAMDA pun sama adanya kerjasama yang baik antar berbagai departement yang ada dalam struktur kammi, sebagai contoh bagi kamda yang sudah mapan dan memiliki daerah binaan bisa melakukan strategi kultural ini pada daerah tersebut.lalu membangun jaringan yang baik dengan lsm-lsm dan ok okp lain seperti pkpu, ldk, rumah zakat untuk sama-sama melakukan perbaikan kepada masyaarakat.
Pendekatan kulturalpun harus dilakukan ada setiap levelnya dalam hal pada elit tingkat nasional seperti membangun jaringan dengan lembaga-lembaga yang lebih besar.
Sangatlah penting membangun perbaikan kultural ini dari level tatanan masyarakat terkecil smapai terbesar agaar ide-ide besar kitaa bisa diterima oleh publik, saya mengadopsi Ustd Anis Mata bahwa ketika kita akan mengulirkan sebuah ide perbaikan hal yang pertama harus dilakukan adalah dengaan memenangkan wacanaa publik.
2. Strategi struktural KAMMI
Yang dimaksud strategi struktural kammi disini adalah kammi harus senantiasa memperbaaiki struktur kammi secara internal paada setiaap levelnya, agar terbentuk sebuah organisasi yang kuat baik itu tingkat komisariat, daerah, wilayah sampai kammi pusat.
Strategi struktural secara eksternal adalah kammi harus terus memberikan masukan-masukan dan koreksi-koreksi terhadap pemerintah serta memberikan gagasan-gasan kammi pada struktur pemerintahan dari level terkecil kelurahan, kecamatan hingga lever tertinggi tingkat kota, povinsi, dan pusat dan memberikan gagasan-gagsan kita pada pemerintah.
3. Strategi Mobilitas kader KAMMI
Ini merupakan pengabungan dari kedua tawaran diatas, secara internal kammi harus mampu memobilasi kadernya disetiap levelnya dari tingkat komisariat sampai pusat agar tetap dikammi dan melakukan perbaikan bersama.
Secara eksternal mobilisi kader ini merupakn kelanjutan dari pewacanaan publik. Ketika seluruh aspek pembentuk masyarakt sudah satu jalan dengan kita maka kita bisa melakukan mobilisasi kader dengan setiap elmen untuk melakukan perubahan secara masal dari seluruh aspek.
Entah apa nama dari tulisan ini, esay yang tidak ilmiah mungkin yang ditulis dari beberapaa hal yang saya tangkap dari hasil-hasil diskusi di forum ini. Mungkin tawaran yang saya berikanpun sangatlah biasa dan sudah sangat sering diflorkan dalam setiap diskusi-diskusi, karna saya berfikir pada hal-hal yang itu bisa benaar-benar direalisasikaan oleh kammi dan saya berharap ide sederhana ini berguna untuk membentuk indoneesia yang berkarakter.
Diselesaikan ba’da silaturahmi dngan ketum KAMMI Pusat akh Rijalul Imam, S.HUM, M,Si ditengah temaramnya lampu ruangan dan raron-raron yang mengerumuni keybord dan monitor netbook ini.
Selanjutnya marilah kita berjuang bersama untuk memperjuangkan perbaikan bagi Indonesiaa dan Islam dan yakinlah bahwa kejaayaan Islam itu akan kita mulai dari indonesia dan kejayaan Indonesia akan kita mulai dari KAMMI.

---karna mandat suci itu adalah pngorbanaan, bukan pemanfaatan-----
Siti Nur’aeni
Pondok Madani-Lembang, 16 Oktober 2010 pukul 23.39 WIB

0 komentar:

Posting Komentar